

Jum, 26 Jun
|Margin Library & Third Space
Katalog | Shorts Compilation: Children Who Saw (2024-2025) | Friday Film Screening
A film screening by Kinosaurus: Ikan Terganteng Sedunia (2024), CIAK, CIAK, CIAK! (2025), Anak Macan (2025), Dunia Kiki (2025), and Dengarlah Nyanyian Ping Pong (2024).
Time & Location
26 Jun 2026, 15.00 – 17.00
Margin Library & Third Space, Jl. Pejaten Barat Raya No.10, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540, Indonesia
About the event
Katalog is a library microcinema at Margin Library, with films curated by Kinosaurus. This programme is the flagship of Margin and Kinosaurus, held on the last Friday and Saturday of each month, pairing general screenings with an in-depth discussion on a chosen topic, connecting as closely as possible to Margin's periodical theme.
About the Film
Directors : Netanya Yemima, Kathleen Tio, Amar Haikal, Chairul Fadhlan Fadhilah, Andrew Kose
Year : 2024-2025
Duration : 68 mins
Language : Bahasa Indonesia, English, Hokkien, Hokkien Medan
Age Classification : 13+
1. Ikan Terganteng Sedunia / The Most Handsome Fish on Earth
Sutradara: Netanya Yemima
18 menit | 2024 | Indonesia | Fiksi | B. Indonesia (English subtitle) | Digital
Dua sahabat Kayla dan Heidi, tanpa sengaja membunuh Tejo, ikan maskot sekolah yang baru saja menang sebagai ikan terganteng se-Indonesia. Mereka harus menutupi jejak mereka setelah mendapat reaksi dari Kepala Sekolah yang bertekad menghukum pelakunya.
Two best friends, Kayla and Heidi, accidentally killed Tejo, the school's mascot fish, who had just won the title of The Most Handsome Fish in Indonesia. They must cover their tracks after receiving a reaction from the Headmaster, who is determined to punish the culprit.
2. CIAK, CIAK, CIAK! / EAT, EAT, EAT!
Sutradara: Kathleen Tio
10 menit | 2025 | Indonesia | Fiksi | Hokkien Medan (English subtitle) | Digital
Sebagai anak tunggal dalam keluarga Chinese-Indonesia di mana makan bersama adalah suatu ritual, Feli dibesarkan dengan kasih sayang berlimpah dari ayahnya. Namun, seiring bertambahnya usia, perbedaan sudut pandang mulai berbenturan. Ia pun melewati berbagai fase di meja makan dalam perjalanannya untuk benar-benar memahami ayahnya.
Being the only child in a Chinese-Indonesian family where eating together is a must, Feli was raised with an outpouring of love by her father. However, as she grew older, differences in perspective began to clash. She eventually went through many phases at the dining table in her journey to fully understand her father.
3. Anak Macan / My Plastic Mother
Sutradara: Amar Haikal
17 menit | 2025 | Indonesia | Fiksi | B. Indonesia (English subtitle) | Digital
Anak Macan bercerita tentang Eki, seorang anak yang tinggal di kawasan pembuangan akhir Bantar Gebang. Eki harus mencari barang perempuan untuk tugas Hari Ibu di sekolah. Di sela-sela usahanya, datang musim hujan yang memicu longsor sampah hingga mengubur makam ibunya.
Eki, living by the landfill, searches for a memento to honor his late mother. Battling the relentless rain, landslides, and looming threats from scavengers and machinery, he fears her memory could be lost beneath the waste forever.
4. Dunia Kiki | Kiki's World
Sutradara: Chairul Fadhlan Fadhilah
5 menit | 2025 | Indonesia | Fiksi | B. Indonesia (B. Indonesia & English subtitle) | Digital
Kiki (9) adalah anak yang sangat menyukai Ultraman dan sering menghabiskan waktunya menonton televisi. Namun sayangnya, ia tumbuh di keluarga yang tidak harmonis karena kedua orang tuanya sering bertengkar di rumah. Pertengkaran yang terus terjadi membuat Kiki mengalami trauma mental yang mendalam. Seiring waktu, Kiki mulai membayangkan pertengkaran orang tuanya sebagai pertarungan antara Ultraman dan monster, hingga ia kesulitan membedakan khayalan dan kenyataan.
Kiki (9) is a boy who really loves Ultraman and spends a lot of his time watching TV. Sadly, he grows up in an unhappy family because his parents often fight at home. The constant arguments slowly leave Kiki with deep emotional trauma. Over time, he starts imagining his parents’ fights as battles between Ultraman and monsters, until he can no longer tell the difference between fantasy and reality.
5. Dengarlah Nyanyian Ping Pong / Hear the Ping Pong Sing
Sutradara: Andrew Kose
18 menit | 2024 | Indonesia | Fiksi | B. Indonesia & Hokkien (B. Indonesia subtitle) | Digital
Caitlin, seorang gadis berusia 6 tahun, terombang-ambing di tengah keluarganya yang terus bertengkar dalam dialek Hokkien yang tidak ia pahami. Caitlin berusaha memahami tekanan dan emosi di sekitarnya melalui suara bola ping pong yang berpantulan.
Caitlin, a 6-year-old girl, navigates her life amidst the commotion of her family’s arguments in a Hokkien dialect she doesn’t understand. She finds comfort from the confusion and emotional tension around her in the rhythmic sound of a ping pong ball.
Tickets
Single Admission
From Rp 50.000 to Rp 75.000
Rp 50.000
+Rp 1.250 ticket service fee
Rp 75.000
+Rp 1.875 ticket service fee
Total
Rp 0
