

Min, 30 Agu
|Margin Library & Third Space
Katalog | Shorts Compilation: Small Rooms (2024-2025) | Sunday Film Screening + Filmmakers Discussion (1)
A film screening by Kinosaurus + filmmakers' discussion with Tahlia Motik & Dzauqy Ilham.
Time & Location
30 Agu 2026, 13.00 – 15.00
Margin Library & Third Space, Jl. Pejaten Barat Raya No.10, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540, Indonesia
About the event
About the event
Katalog is a library microcinema at Margin Library, with films curated by Kinosaurus. This programme is the flagship of Margin and Kinosaurus, held on the last Friday and Saturday of each month, pairing general screenings with an in-depth discussion on a chosen topic, connecting as closely as possible to Margin's periodical theme.
About the Film
2024–2025 | 100 menit | 17+
Rasanya kita semua punya ruang yang luasnya tidak sebanding dengan artinya. Tempat di mana kita tidak perlu menjelaskan diri. Ruang-ruang seperti ini tidak pernah muncul dalam rencana tata kota, tidak ada di slide presentasi investasi, tidak ada yang bisa mengklaim nilai ekonominya dengan angka yang meyakinkan. Tapi sehari tanpa mereka dan kamu akan menemukan bahwa yang hilang adalah sesuatu yang lebih sulit diganti yaitu tempat untuk menjadi diri sendiri tanpa izin dari siapapun. Small Rooms mengumpulkan lima film pendek yang masing-masing memilih satu ruang seperti itu dan tinggal di dalamnya dengan sabar. Ruang-ruang ini direkam dengan teliti, dengan hormat, dengan keyakinan bahwa menyaksikan sesuatu dengan sungguh-sungguh adalah salah satu cara terbaik untuk mengatakan bahwa dia layak ada.
Yang menarik dari kelima film ini adalah cara mereka mendekati ancaman. Karena hampir semua ruang kecil dalam kompilasi ini sedang terancam baik oleh pembangunan, oleh waktu, oleh perubahan, oleh ketidakhadiran generasi berikutnya yang mungkin tidak mau atau tidak bisa mewarisi. Tidak satu pun dari film ini memilih untuk menjadi elegi. Mereka memilih untuk merekam yang masih ada sebelum bicara tentang yang mungkin akan hilang.
Ada sebuah paradoks kecil yang bekerja di sini. Semakin kecil sebuah ruang, semakin besar tuntutan untuk mempertahankannya seorang diri. Negara tidak datang untuk menyelamatkan warung. Tidak ada subsidi untuk kebun yang hanya cukup untuk satu keluarga. Tidak ada peraturan yang melindungi percakapan antara nenek dan cucunya tentang orang-orang yang sudah mati. Semua itu bertahan karena seseorang memutuskan untuk bertahan dan keputusan itu adalah inti dari semua film yang akan kamu tonton malam ini.
Salon Gue Aje
Sutradara: Zinedine Zaeny Zackaria
15 menit | 2025 | Indonesia | Drama Psikologi | Indonesia (Indonesian subtitle) | Digital
Sutradara: Tahlia Motik
17 menit | 2025 | Indonesia | Drama Komedi | B. Sunda & Indonesia (Indonesian & English subtitle) | Digital
Nurjanah sudah mengelola salon kecilnya di Kemang Selatan selama 17 tahun. Bukan sekadar tempat potong rambut murah,salonnya telah menjadi ruang aman dan tempat berkumpul bagi perempuan-perempuan dari kalangan menengah ke bawah. Suatu hari, pelanggan baru bernama Eti datang. Dari obrolan tersebut terungkap bahwa rumah lama Nurjanah pernah digusur demi pembangunan mal.
Kabar buruk kembali datang saat Lilis, pelanggan lama, memberitahu bahwa Salon Gue Aje akan digusur demi pembangunan kompleks wellness center yang lebih “cocok” dengan estetika Kemang. Nurjanah yang sudah mengetahui kabar tersebut hanya bisa tertawa getir. Pola yang sama terus berulang: Yang kecil dan dianggap tidak sesuai, perlahan akan disingkirkan, dan kini gilirannya lagi.
SIE...
Sutradara: Yosef Levi
30 menit | 2024 | Indonesia | Dokumenter | B. Krowe/ Maumere (Indonesian subtitle) | Digital
Veronika Nona, satu-satunya orang yang tinggal di utara Gunung Gai, merawat dan menjaga tanaman dari pencuri. Ia meninggalkan Gunung Gai di usia tuanya. Penggantinya adalah saudara laki-lakinya, Nong Titus, yang meninggalkan istrinya, Maria, yang sakit, untuk hidup sendirian di ladang. Suatu ketika, Nong Titus pulang untuk menjenguk istrinya, kambing di kebunnya hilang. Ia harus berkeliling hutan mencari kambingnya yang hilang dengan berteriak, "Sie...", cara penduduk setempat memanggil kambing.
Hanya Ada Kedamaian di Balik Jendela Rumahku
Sutradara: Ayesha Alma Almera
21 menit | 2025 | Indonesia | Drama, Komedi-Satir | B. Indonesia (English subtitle) | Digital
Dunya, seorang lelaki penghuni kontrakan sederhana, hanya ingin terbebas dari bau pesing yang selalu muncul dari balik jendela kamarnya setiap kali ada acara lomba burung di kampungnya. Untuk mencegah orang kencing di sana, ia membuat makam palsu lengkap dengan sesajen agar tampak seperti tempat keramat. Namun upaya kecil itu justru memicu serangkaian kejadian absurd: jendelanya dipercaya sebagai tempat suci, sesajen terus berdatangan, ekonomi kampung ikut tumbuh, hingga kawasan itu berubah menjadi wisata religi baru yang tak pernah ia bayangkan.
The Elderphone
Sutradara: Iqbal Keane Kembaren
18 menit | 2025 | Indonesia | Dokumenter | B. Karo (English subtitle) | Digital
Seorang nenek meminta cucunya untuk menghapus kontak orang-orang yang telah meninggal dunia dari ponsel tuanya.
Tutup Hari Kiamat
Sutradara: Dzauqy Ilham
14 menit | 2025 | Indonesia | Drama | B. Madura, Indonesia (Indonesian & English subtitle) | Digital
Sepasang suami istri pemilik warung Madura yang hanya akan tutup saat hari kiamat, ingin menyalurkan hasrat seksual mereka agar mereka kembali harmonis. Namun sang suami enggan menutup warungnya karena jika ia melakukannya kiamat akan terjadi.
About Filmmakers

Dzauqy Ilham
Dzauqy Ilham, sutradara dan penulis yang gemar meramu fenomena budaya, sosial, dan politik ke dalam narasi berbalut satire, komedi, serta fantasi. Mengawali rekam jejaknya sebagai alumnus Viu Shorts! Season 2 (2020), sebuah inkubasi dan workshop film yang diselenggarakan Viu Indonesia, ia terus melahirkan karya yang distingtif. Salah satu film monumentalnya, film pendek Tutup Hari Kiamat (Apocalypse Mart), sukses melanglang buana dan mencetak berbagai prestasi di beragam festival film. Berawal dari menyabet Juara pertama Short Film Pitching Forum Europe On Screen (EOS) 2024, film ini kemudian meraih Juara kedua sekaligus Official Selection di Madani International Film Festival 2025 dan Imac International Film Festival 2026, Ciputra Film Festival 2026 hingga berhasil menembus jajaran shortlist 20 besar kategori Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Saat ini ia sedang mengembangkan film pendeknya kembali yang berjudul Matilah Nogoro dan juga film panjang pertamanya berjudul Lima Satria Setan bersama tim produksi Novvar Films.

Tahlia Motik
Tahlia Motik memulai kariernya sebagai aktris dan menempuh pelatihan di Bengkel Akting Kuma. Ia telah membintangi sejumlah film pendek, di antaranya Ringroad (2021) dan Spektakel (2023). Ia juga tampil dalam beberapa film panjang, seperti Lampir (2024), Heartbreak Motel (2024), dan Pasutri Gaje (2024).
Pada tahun 2022, Tahlia menulis dan menyutradarai film pendek pertamanya, Status Quo, yang terpilih dalam program perdana Screening Ledakan pada tahun 2023. Selanjutnya, ia menjadi salah satu sutradara video musik Pabrik (2024) untuk grup musik Mother Bank. Pada tahun 2025, proyek film pendeknya Salon Gue Aje meraih Jakarta Film Fund Award dalam ajang Jakarta Film Week.
Selain berkarya sebagai aktris, sutradara, dan penulis, Tahlia juga berprofesi sebagai Intimacy Coordinator. Ia telah terlibat dalam berbagai film pendek, serial televisi, dan film panjang, termasuk Sammi, Who Can Detach His Body Parts (2025), Main Api (2024), Legenda Kelam Malin Kundang (2025), dan Ghost in the Cell (2026), serta sejumlah proyek lainnya.
