

Sab, 30 Mei
|Margin Library & Third Space
Katalog: The Best of Festival Film Jelek Vol. 2 (2010-26) | Film Screening
A screening of this year’s Festival Film Jelek winners, followed by a discussion with FFJ’s organizers and filmmakers.
Time & Location
30 Mei 2026, 13.00 – 15.00
Margin Library & Third Space, Jl. Pejaten Barat Raya No.10, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540, Indonesia
About the event
Katalog is a library microcinema at Margin Library, with films curated by Kinosaurus. This programme is the flagship of Margin and Kinosaurus, held on the last Friday and Saturday of each month, pairing general screenings with an in-depth discussion on a chosen topic, connecting as closely as possible to Margin's periodical theme.
About the Films
Directors : Amrisa Febmus, M. Myrdal Muda, Joni Ramen, Fahri Fauzan, Bayu Canditunggal, Muhammad Bintang Tasya
Year : 2010-2026
Duration : 67 mins
Languages : Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Mandarin
Age Classification : 17+
Di sela-sela pilar-pilar yang menopang berdirinya industri perfilman Indonesia, selalu ada ruang-ruang alternatif yang hidup di pinggir arus utama: merangkul film-film yang kerap dianggap “jelek” dan mendorong keberanian untuk bereksperimen, bersenang-senang, dan berbicara dengan jujur melalui medium tersebut.
Program ini menghadirkan film-film pemenang awarding Festival Film Jelek Vol. II yang terpilih melalui kumpulan suara para penonton yang hadir. Sebuah bentuk perayaan terhadap karya-karya yang tumbuh di luar standar, tetapi terbukti mampu meninggalkan dampak. Terkadang, sebuah film tidak perlu dinilai dari kesempurnaan bentuknya, melainkan dari keberhasilannya menyentuh, menghibur, ataupun mempengaruhi, sekecil apapun itu, mereka yang menontonnya.
Sebagaimana Kinosaurus yang selama ini berdiri sebagai ruang alternatif, program ini kembali menegaskan perannya sebagai tempat pertemuan antara karya-karya yang lahir dari semangat kebebasan berekspresi dan penonton yang bersedia mendengar, selaras dengan semangat yang digaungkan oleh Festival Film Jelek dan film-filmnya. Program ini menjadi penanda kembalinya Kinosaurus sebagai ruang yang terus menjaga napas keberagaman cara bercerita dan berkarya.
Sutradara: Amrisa, M. Myrdal Muda, Joni Ramen, Fahri Fauzan, Bayu Canditunggal, Bintang Tasya
67 menit | 2010–2026 | Indonesia | Fiksi | B. Indonesia | Digital | 21+
—
Mati Lampu
Std.: Amrisa | 3 menit | 2026 | Madiun, Jawa Timur
Pria bernama Siti sedang asyik telponan dengan pacarnya, hingga tidak sadar kalau baterai ponsel dan listrik di rumahnya habis.
—
Tone of Evil
Std.: M. Myrdal Muda | 20 menit | 2010 | Bandung, Jawa Barat
Cahyo, gitaris dari band The Retirement of a Role, tidak punya pilihan selain menjual gitarnya karena ada urusan mendesak yang harus diselesaikan.
Suatu hari, ia melewati sebuah toko musik yang menjual sebuah gitar antik. Cahyo tidak menyadari bahwa gitar tersebut menyimpan masa lalu pahit yang mampu merasuki tubuhnya. Perilakunya yang tiba-tiba berubah aneh memicu pertengkaran dengan anggota band lainnya. Ia bahkan membuat keributan dengan tim sound di acara Regional States.
Melihat perilaku jahat Cahyo, Kodok dan Abah akhirnya memutuskan untuk turun tangan demi mengalahkan kekuatan jahat yang bersemayam di dalam tubuh sahabat mereka tersebut.
—
Delon, 1950
Std.: Joni Ramen | 9 menit | 2017 | DKI Jakarta
Delon hidup di tahun 1950, ingin membeli TV dari masa depan demi mengejar wanita impiannya, namun menyesal dan menyadari dampak globalisasi.
—
Ms.K Don’t Cry
Std.: Fahri Fauzan | 14 menit | 2024 | Sumedang, Jawa Barat
Umumnya yang kita ketahui kuntilanak itu sering menangis dan tertawa, tetapi kita tidak tahu apa penyebabnya. Ms.K iseng bermain sebuah aplikasi kencan online dan bertemu dengan Mr.P, kemudian mereka berkencan.
—
Lamun Omongan
Std.: Bayu Canditunggal | 6 menit | 2023 | Solo, Jawa Tengah
Di sebuah warung makan “seafood” Lamongan. Lele dan Ayam beradu omongan tentang keunggulan masing-masing. Tak lama, hewan-hewan lain juga ikut beradu keunggulannya. Lantas siapakah yang paling unggul untuk Lamongan?
—
Fadhil and The Journey of Revenge
Std.: Bintang Tasya | 15 menit | 2026 | Yogyakarta, DI Yogyakarta
Fadhil, seorang sinefil pengangguran, hidup dalam trauma setelah diculik, dipukuli, dan–yang paling membuatnya sakit hati–rokok kesayangannya dicuri oleh tiga pocong dan bos mereka, sang Iblis Surgawi. Termotivasi oleh dendam dan keinginan merebut kembali rokoknya, Fadhil menerima tawaran Ki Arak, "Penunggu Wilayah" yang berwibawa, untuk dilatih ilmu bela diri dan kekuatan supernatural, dengan syarat ia tidak boleh merokok sebelum misinya berhasil.
Tickets
Single Admission
Rp 75.000
+Rp 1.875 ticket service fee
Total
Rp 0
